إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلٌّ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ \r\n\r\nأَعْظَمَ اللَّهُ أَجْرَكَ ، وَأَحْسَنَ عَزَاءَ كَ ، وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ
(1) Inna lillāhi mā akha-dza, wa lahu mā a’thā, wa kullu ‘indahu bi-ajalin musammā, faltashbir wal taḥtasib. \r\n\r\n (2) A‘zhamallāhu ajraka wa aḥsana ‘azā-aka wa ghafaraka li-mayyitik.
(1) Sesungguhnya bagi Allah apa yang Dia ambil dan bagi-Nya pula apa yang Dia berikan. Segala sesuatu baginya ada memiliki masa-masa yang telah ditetapkan, hendaklah kamu bersabar dan mohon pahala (dari Allah).\r\n\r\n(2) Semoga Allah memperbesar pahalamu, dan kamu bisa berkabung dengan baik, serta Sang Jenazah diampuni oleh Allah.
Penjelasan
Doa yang pertama dibaca oleh Rasulullah ﷺ saat mendengar cucunya sedang sekarat dan akhirnya meninggal. \r\n\r\nDoa yang kedua bersumber dari para ulama seperti dikutip oleh Imam Nawawi dalam kitabnya, Al-Adzkar. \r\n\r\nKedua boleh diucapkan saat bertakziah, walaupun menurut Imam Nawawi, doa yang bersumber dari Rasulullah ﷺ lebih baik.
Bukhari no. 1284, Al-Adzkar hal. 339-340