Bacaan Saat Memasukkan Mayat Ke Liang Kubur

  1.  

    بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ

    Atau:

    بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ

    Atau:

    بِسْمِ اللَّهِ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ

    Bismillahi wa 'ala sunnati Rasuulillah.

    Bismillahi wa 'ala millati Rasuulillah.

    Bismillah wa fii sabiilillahi wa 'ala millati Rasuulillah.

    Dengan nama Allah dan sesuai dengan sunnah Rasulullah.

    Dengan nama Allah dan sesuai dengan agama Rasulullah.

    Dengan nama Allah, dan di jalan allah, dan sesuai dengan agama Rasulullah.



    Penjelasan

    Ketiga doa ini bersumber dari Rasulullah ﷺ dan semuanya sahih.

    Ibnu Majah no. 1550



  2.  

    اللَّهُـمَّ أَسْلَمَهُ إِلَيْكَ الْاَشِحَّاءُ مِنْ أَهْلِهِ وَوَلَدِهِ وَقَرَابَتِهِ وَإِخْوَانِهِ، وَفَارَقَ مَنْ كَانَ يُحِبُّ قُرْبَهُ، وَخَرَجَ مِنْ سَعَةِ الدُّنْيَا وَالْحَيَاةِ إِلَى ظُلْمَةِ الْقَبْرِ وَضِيْقِهِ وَنَزَلَ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهِ ، إِنْ عَاقَبْتَهُ فَبِذَنْبٍ، وَإِنْ عَفَوْتَ عَنْهُ فَأَنْتَ أَهْلُ الْعَفْوِ ، أَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ وَهُوَ فَقِيْرٌ إِلَى رَحْمَتِكَ

    اللَّهُـمَّ اشْكُرْ حَسَنَتَهُ ، وَاغْفِرْ سَيِّئَتَهُ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَاجْمَعْ لَهُ بِرَحْمَتِكَ الْأَمْنَ مِنْ عَذَابِكَ، وَاكْفِهِ كُلَّ هَوْلٍ دُوْنَ الْجَنَّةِ

    اللَّهُـمَّ اخْلُفْهُ فِيْ تِرْكَتِهِ فِيْ الْغَابِرِيْنَ وَارْفَعْهُ فِيْ عِلِّيِّيْنَ وَعُدْ عَلَيْهِ بِفَضْلِ رَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Allahumma aslamahu ilaikal asyikhkha’ min ahlihi wawaladihi waqarabatihi waikhwanihi, wafaraqa man kana yuhibbu qurbahu wakharaja min sa’atid dunya wal hayati ila dhulmatil qabri wadhiqihi wanazala bika wa anata khairu manzulin bihi in ‘aqabtahu fabidzanbin wain ‘afawta faanta ahlul ‘afwi anta ghaniyyun an adzabihi wahuwa faqirun ila rahmatika.

    Allahummasykur hasanatahu waghfir sayyiatahu waaidzhu min adzabil qabriwajma’ lahu birahmatikal amna min adzabika wakfihi kulla hawlin dunal jannati.

    Allahummakhluf fi tirkatihi fil ghabirin warfa’hu fi ‘illiyyina wa’ud ‘alaihi bifadhli rahmatika ya arhamar rahimina.

    Ya Allah, aku serahkan dia kepada-Mu dalam keadaan berasing dari keluarganya, anak-anaknya, dan kaum kerabat serta teman-temannya. Dia telah berpisah dari orang yang ia sukai berada di dekatnya, dia telah keluar meninggalkan luasnya dunia dan kehidupan ini menuju kepada kegelapan kubur dan kesempitannya. Dia beristirahat di sisi-Mu, sedangkan tempat yang paling baik baginya adalah di sisi-Mu. Jika Engkau menyiksanya, karena dosanya; dan jika Engkau memaafkannya, maka Engkau adalah Pemberi maaf. Engkau Maha Kaya dari siksaan, sedangkan dia sangat membutuhkan rahmat-Mu.

    Ya Allah, balaslah kebaikannya, ampunilah dosanya, lindungilah dia dari siksa kubur, himpunlah untuknya, berkat rahmat-Mu rasa aman dari siksaan-Mu, dan hindarkanlah dia dari semua kengerian menuju surga.

    Ya Allah, gantilah dia dalam peninggalannya untuk orang-orang yang ditinggalkannya, dan angkatlah dia kepada kedudukan orang-orang yang tertinggi serta limpahkanlah kemurahan rahmat-Mu kepadanya, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara para Penyayang.



    Penjelasan

    Imam Nawawi mengatakan, “Termasuk doa paling baik apa yang telah dinashkan oleh Imam Syafii dalam Kitab Mukhtashar Al-Muzani, hendaknya orang-orang yang tengah memasukan mayat ke dalam kubur membaca doa ini.”

    Al-Adzkar, Imam Nawawi