رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِۚ
Rabbanā fagfir lanā żunūbanā wa kaffir ‘annā sayyi'ātinā wa tawaffanā ma‘al-abrār(i).
Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.
Penjelasan
Kata Al-Abrar sering kali diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai orang-orang yang berbakti. Namun, sesungguhnya definisi ini kurang cukup. Sebab sejatinya Al-Abrar adalah kelompok yang begitu taat, rajin, dan ikhlas dalam beribadah kepada Allah sehingga amal perbuatannya dicatat di 'Illiyyin. \r\n\r\nPara ahli tafsir berbeda pendapat mengenai apa itu 'Illiyyin. Ibnu Abbas ra. mengatakan 'Illiyyin adalah surga ketujuh, ada pula yang mengatakan 'Illiyyin adalah Sidrat Al-Muntaha, yaitu sebuah pohon bidara yang menandai akhir dari langit/surga ketujuh.\r\n\r\nJika kita cermati kata 'Illiyyin berasal dari kata "Uluw" yang berarti tinggi. Ini menandakan tingginya amalan para Al-Abrar tersebut hingga amal perbuatan mereka ditempatkan di tempat yang begitu tinggi. \r\n\r\nKembali ke doa ini, bahwasanya ini adalah sebuah pengharapan dari seseorang yang beriman selama hidupnya agar kelak dapat diwafatkan dalam keadaan terbaik sehingga tergolong ke dalam kelompok Al-Abrar. Sungguh tragis tentunya jika ada seseorang yang pada masa awal hidupnya begitu rajin beribadah, tetapi di penghujung hidupnya justru lalai beribadah bahkan banyak berbuat maksiat sehingga wafat dalam keadaan yang tidak baik. Semoga doa ini dapat mengantarkan kita pada akhir yang baik (husnul khatimah).
QS. Ali 'Imran [3]: 193