Mohon Dijauhkan Dari Cobaan Yang Berat

 

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Rabbanā lā tu'ākhiżnā in nasīnā au akhṭa'nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa‘fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil-kāfirīn(a).

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.



Penjelasan

Doa ini adalah salah satu doa utama dalam Al-Qur'an yang memiliki banyak keutamaan. Rasulullah ﷺ sendiri mendapatkan doa/ayat ini ketika beliau melakukan perjalanan Isra Miraj. Rasulullah ﷺ mengatakan, " Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan." \r\n\r\nPara ulama berbeda pendapat mengenai apa yang dimaksud dengan kecukupan. Ada yang mengatakan bahwa kecukupan yang dimaksud adalah kecukupan dunia dan akhirat. Ada pula, seperti Ibnul Qayyim, yang menafsirkan kecukupan adalah keselamatan dari cobaan, penyakit, dan gangguan yang besar. \r\n\r\nAda pula, seperti Al-Qadhi ‘Iyadh, menyatakan bahwa maksud dari kecukupan adalah orang itu sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah menjadi pengganti shalat malam. Hal ini juga sejalan dengan pendapat Ibnu Mas'ud ra. Jadi jika setelah shalat Isya (atau sebelum tidur) seseorang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah dan ia tidak mampu melakukan shalat malam di hari itu, maka dua ayat tersebut telah cukup sebagai penggantinya.\r\n\r\nImam Nawawi menganggap semua interpretasi tersebut dapat diterima dan menunjukkan keutamaan dari doa/ayat terkahir di surat Al-Baqarah tersebut. Ibnu Abbas ra. mengatakan: “Ketika Malaikat Jibril duduk bersama Nabi ﷺ, tiba-tiba beliau (Jibril) mendengar suara gemuruh dari atas beliau, maka beliau pun melihat ke atas. Jibril lalu berkata, ‘Itu adalah suara pintu dari langit. Hari ini pintu tersebut dibuka dan pintu itu tidak pernah dibuka sebelumnya kecuali pada hari ini. Kemudian turunlah malaikat dari langit dan Jibril berkata, ‘Ini adalah malaikat yang turun ke bumi, dan ia tidak pernah turun sebelumnya kecuali pada hari ini’. Selanjutnya malaikat itu memberi salam dan berkata kepada Nabi ﷺ , ‘Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu, dan dua cahaya itu tidak pernah diberikan kepada Nabi sebelum kamu. Dua cahaya itu adalah surat Al-Fatihah dan ayat terakhir surat Al-Baqarah. Tidak satu pun huruf yang engkau baca, melainkan kecuali engkau akan diberi (atas doa yang terkandung dalamnya).'"\r\n\r\nTerkait doa ini, manusia sejatinya diberi beban oleh Allah sesuai kesanggupannya. Namun, mereka diberi pahala lebih dari yang telah diusahakannya dan mendapat siksa seimbang dengan kejahatan yang telah dilakukannya. \r\n\r\nAmal yang dibebankan kepada seseorang hanyalah yang sesuai dengan kesanggupannya. Agama Islam adalah agama yang tidak membebani manusia dengan beban yang berat dan sukar. \r\n\r\nMudah, ringan dan tidak sempit adalah asas pokok dari agama Islam. Allah juga berfirman, "Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama" (QS. Al-Hajj [22]: 78). \r\n\r\nReferensi: HR. Bukhari no. 5051; HR. Muslim no. 806 & HR. Nasa'i no. 912

QS. Al-Baqarah [2]: 286