رَبَّنَآ اٰمَنَّا بِمَآ اَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُوْلَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ
Rabbanā āmannā bimā anzalta wattaba‘nar-rasūla faktubnā ma‘asy-syāhidīn(a).
Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu tetapkanlah kami bersama golongan orang yang memberikan kesaksian.
Penjelasan
Setelah mengimani kerasulan Isa as., pengikut dan sahabat Nabi Isa as., yang disebut Hawari, berdoa agar mereka dimasukkan ke dalam golongan yang mengesakan Allah dan bukan termasuk golongan yang menyekutukan-Nya. Dalam doa ini tersurat bahwa mereka tidak hanya beriman kepada Allah, tetapi juga sudah mengikuti ajaran (perintah/larangan) dari Nabi Isa as. \r\n\r\nSekalipun doa ini diucapkan oleh pengikut Nabi Isa as. doa ini juga relevan untuk diucapkan oleh pengikut Nabi Muhammad ﷺ sebab setiap nabi diutus dengan pesan tauhid yang sama. Maksudnya, Allah itu Esa, tidak beranak dan diperanakkan. Dalam konteks ini, Nabi Isa as. bukanlah anak Tuhan, tetapi beliau adalah nabi dan rasul Allah. \r\n\r\nAdapun frasa "menjadi saksi" ada yang menafsirkannya bahwa setiap pengikut nabi akan menjadi saksi bagi setiap nabi yang diutus bahwasanya sang nabi telah menyampaikan ajaran tauhid. Sementara itu, Ibnu Abbas ra. mengatakan bahwa yang dimaksud "menjadi saksi" adalah menjadi saksi bersama-sama umat Nabi Muhammad ﷺ.
QS. Ali Imran [3]: 53