Doa Meminta Segala Sesuatu yang Pernah Diminta Nabi Muhammad ﷺ

  1.  

    اللَّهُـمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ

    اللَّهُـمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ

    اللَّهُـمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا

    Allaahumma innii as-aluka minal khoiri kullihi 'aajilihi wa aajilihi, maa 'alimtu minhu wa maa lam a'lam. Wa a'uudzu bika minasy-syarri kullihi 'aajilihi wa aajilihi, maa 'alimtu minhu wa maa lam a'lam.

    Allaahumma innii as-aluka min khoiri maa sa-alaka 'abduka wa nabiyyuka, wa a'uudzu bika min syarri maa 'aadza bihi 'abduka wa nabiyyuka.

    Allaahumma innii as-alukal jannata wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au 'amal, wa a'uudzu bika minan-naari wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au 'amal. Wa as-aluka an taj'ala kulla qodhoo-in qodhoitahu lii khoiron.

    Ya Allah, aku memohon kepada-Mu semua kebaikan, baik yang cepat (di dunia) maupun yang di tangguhkan (di akhirat), yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Dan aku berlindung kepada-Mu dari semua keburukan, baik yang cepat (di dunia) maupun yang di tangguhkan (di akhirat), yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui.

    Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang dimohonkan hamba-Mu dan Nabi-Mu kepada-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang hamba-Mu dan Nabi-Mu berlindung darinya kepada-Mu.

    Ya Allah, sungguh aku memohon surga dan semua yang mendekatkan diriku kepadanya dari perkataan atau perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan semua yang mendekatkan diriku kepadanya dari perkataan dan perbuatan. Serta aku memohon kepada-Mu agar Engkau menjadikan semua ketentuan yang Engkau tentukan kepadaku sebagai kebaikan.



    Penjelasan

    Pernah suatu ketika Rasulullah ﷺ menemui Sayyidah Aisyah ra. ketika beliau sedang shalat. Lalu Rasulullah ﷺ berkata, “Ucapkanlah doa penyempurna.”

    Setelah selesai shalat, Sayyidah Aisyah ra. meminta agar diajari doa penyempurna. Rasulullah ﷺ pun mengajari doa ini. Dan Sayyidah Aisyah pun berdoa dengan doa ini.

    Doa penyempurna ini tentunya boleh dibaca kapan saja, dan boleh juga dibaca setelah shalat, sebagaimana Sayyidah Aisyah ra. pertama kali melakukannya.

    Selain menjadi doa penyempurna, salah satu “kedahsyatan” doa ini adalah meminta apa yang pernah diminta oleh Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, sayang sekali apabila kita tidak rutin mengamalkan doa ini, setidaknya setelah shalat.

    Imam Ibnu Hibban dan Imam Al-Hakim menilai hadis ini sahih.

    Ibnu Majah no. 3846, Ahmad no. 23984



  2.  

    اللَّهُـمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَ بِكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ وَعَلَيْكَ الْبَلاَغُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

    Allaahumma innaa nas-aluka min khairi maa sa-alaka minhu nabiyyuka muhammadin wa na'uudzu bika min syarri mas ta'aadza minhu nabiyyuka muhammadun shallallahu 'alaihi wasallam wa antal musta'aanu wa 'alaikal balaagh, wa laa haula wa laa quwwata illaa billah.

    Ya Allah, kami memohon di antara kebaikan apa yang diminta Nabi-Mu Muhammad, dan kami berlindung dari keburukan yang Nabi-Mu Muhammad meminta perlindungan kepadanya, Engkau Tempat meminta pertolongan, dan Engkaulah tempat mengadu, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali karena pertolongan-Mu.



    Penjelasan

    Salah seorang sahabat Abu Umamah ra. mengeluh kepada Rasulullah ﷺ tentang banyak doa yang telah diajarkan oleh beliau ﷺ. Pasalnya, Abu Umamah ra. tidak berhasil menghafal seluruhnya. Lalu Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ini yang menggabungkan seluruh doa yang pernah diajarkan.

    Walaupun ada sebagian ulama yang mengatakan hadis ini lemah, Imam Tirmidzi menilai hadis ini hasan gharib, dan tentunya boleh diamalkan.

    Tirmidzi no. 3521