Mohon Ibadah Kita Diterima

 

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Rabbanā taqabbal minnā, innaka antas-samī‘ul-‘alīm(u).

Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.



Penjelasan

Doa ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim as. ketika meninggikan fondasi Baitullah (Kakbah) bersama anaknya, Ismail as. Sekalipun mereka berdua telah melakukan perbuatan yang agung (memelihara Kakbah), sifat khauf (takut), rajaa' (harap), dan tawadhu' (rendah hati) senantiasa ada dalam hati mereka. \r\n\r\nMereka pun berdoa agar Allah berkenan menerima amal perbuatan mereka. Ketika Wuhayb ibn Al-Ward membaca doa ini, beliau menangis dan berujar, “Wahai kekasih Ar-Rahman, engkau telah membangun fondasi Baitullah, tetapi engkau masih saja takut amalan tersebut tidak diterima."\r\n\r\nImam Nawawi menyarankan kita agar membaca doa ini saat kita selesai melakukan amalan baik wajib maupun sunnah. Dalam kitabnya Al-Adzkar, Imam Nawawi juga berpesan bagi orang yang membayar zakat, sedekah, nazar, kifarat, dan sebagainya disunatkan mengucapkan doa ini.

QS. Al-Baqarah [2]: 127