رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ
Rabbij‘al hāżā baladan āminaw warzuq ahlahū minaṡ-ṡamarāti man āmana minhum billāhi wal-yaumil-ākhir(i)
Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Penjelasan
Doa ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim as. agar kota Makkah senantiasa menjadi kota yang aman, sejahtera, dan dihuni oleh orang-orang yang beriman kepada Allah. Namun demikian, doa ini juga baik untuk dipanjatkan agar kota tempat tinggal kita—bahkan negeri kita—juga senantiasa dalam keadaan aman sentosa. \r\n\r\nDalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Nabi Ibrahim as. berharap betul bahwa kota Makkah, di mana keturunannya tinggal, senantiasa diliputi keamanan dan keselamatan hingga akhir zaman. Beliau as. pernah mengucapkan doa ini sebelum dan setelah meninggikan fondasi Baitullah (Kakbah). \r\n\r\nAllah pun mengabulkan doa sang Nabi. Hingga saat ini, Makkah masih terus menjadi kota yang aman dan sejahtera. Dan dengan izin Allah, hingga akhir zaman. \r\n\r\nMendoakan kebaikan untuk orang lain atau pun sesuatu yang di luar dirinya sendiri adalah perbuatan baik. Dan ini menunjukkan tidak hanya ketidakegoisan seseorang, tetapi juga kesadaran bahwa dia hidup di tengah-tengah masyarakat.\r\n\r\nDalam tafsir Al-Misbah, M. Qurais Shihab mengatakan bahwa doa ini “mengandung isyarat tentang perlunya setiap muslim berdoa untuk keselamatan dan keamanan tempat tinggalnya, dan agar penduduknya memperoleh rezeki yang melimpah.” \r\n\r\nOleh sebab itu, para Sahabat KESAN, marilah kita rutin membaca doa ini agar negeri kita tercinta, Indonesia, juga menjadi negeri yang aman dan sejahtera hingga akhir masa. Aamiin. \r\n\r\nReferensi: Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Qisas Al-Anbiya
QS. Al-Baqarah [2]: 126