Doa Bangun Tidur

  1.  

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

    Alḥamdu lil-lāhi ladzī aḥyanā ba'da mā amātanā wa ilayhi-nusyūr

    Segala puji bagi Allah yang membangunkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami akan dibangkitkan.



    Penjelasan

    Imam Nawawi menjelaskan:

    Rasulullah ﷺ mengingatkan di setiap bangun tidur, yang mana tidur itu mirip dengan kematian, terhadap hari kebangkitan setelah mati kelak. Para ulama mengatakan bahwa hikmah doa sebelum tidur adalah agar penutup amalannya adalah sebagaimana disebutkan. Dan hikmah doa bangun tidur adalah agar pembuka amalan di hari itu berupa mengingat tauhid dan perkataan yang baik.” (Syarah Shahih Muslim, 17/35)

    Bukhari no. 6314



  2.  

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي وَرَدَّ عَلَىَّ رُوحِي وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ

    Alḥamdu lil-lāhil-ladzī 'afāni fī jasadi wa radda 'alayyā rūḥī wa adzina lī bi-dzikrih.

    Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan kepadaku, mengembalikan ruh, dan merestuiku untuk berzikir kepada-Nya.



    Penjelasan

    Ketika seseorang meninggalkan tempat tidurnya sejenak (misalnya, ke kamar mandi atau shalat malam) lalu akan kembali tidur, Rasullullah ﷺ menyarankan agar ia mengibas-ngibas tempat tidurnya itu tiga kali dengan izarnya (semacam sarung dan sebagainya). Sebab dia tidak tahu apa yang terjadi pada tempat tidurnya setelah ia tinggalkan sebelumnya (mungkin saja ada kotoran atau binatang yang bersarang di tempat tidur).

    Tirmidzi no. 3401



  3.  

    لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، سُبْحاَنَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، رَبِّ اغْفِرْ لِي

    Lā Ilāha illallāh, waḥdahu lā syarīkalah. Lahul-mulku walahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syay-in-qadīr. Alḥamdu lillāh, wa subḥānallāh, wa lā Ilāha illallāh, wallāhu akbar, wa lā ḥawla wa lā quwwata Illāh bi-llāhil-'aliyyil-'adzīm, Rabbighfir lī.

    Tiada Tuhan selain Allah, yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung. Ya Tuhanku, ampunilah dosaku.



    Penjelasan

    Rasulullah ﷺ mengatakan bahwa barang siapa yang bangun di pagi hari dan mengucapkan doa ini (sampai ke bacaan 'Rabbighfir lī'), maka ia akan diampuni. Jika ia berdoa, maka akan dijawab. Jika ia berwudhu kemudian shalat, maka shalatnya akan diterima.

    Ibnu Majah no. 3878