أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ
A-'ūdzu bi-kalimātillāhit-tammati min ghadabihi wa 'iqābihi wa syarri 'ibādihi wa min hamazātisy-syayāthīni wa ay-yaḥdhurūn
Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan-Nya, siksaan-Nya, dan dari kejahatan hamba-hamba-Nya dan, dan dari godaan setan, serta jangan sampai setan mendatangiku (pada saat kematianku).
Penjelasan
Ketika Khalid bin Walid ra. mengalami mimpi buruk, beliau mengadu kepada Rasulullah ﷺ dan diajari doa ini. \r\n\r\nSelain itu, doa ini dapat juga berlaku umum dan diucapkan ketika kita ingin meminta perlindungan Allah dari hal-hal lain yang disebut dalam doa tersebut, yaitu kemarahan Allah, siksaan-Nya, dan dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari godaan setan. \r\n\r\nDisebutkan pula Abdullah bin Umar ra. mengajarkan doa tersebut kepada anaknya yang telah baligh. Kepada anaknya yang belum baligh, ia menuliskan doa itu untuk mereka lalu dikalungkan di leher mereka. Namun, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait mengalungkan jimat dari Al-Qur'an. Sebagian ulama membolehkan dan sebagian lagi melarang.
Malik no. 1741, Abu Dawud no. 3893