لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ رَبِّ اغْفِرْ لِي
Lā Ilāha illallāh, waḥdahu lā syarīkalah. Lahul-mulku walahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syay-in-qadīr. Alḥamdu lillāh, wa subḥānallāh, wa lā Ilāha illallāh, wallāhu akbar, wa lā ḥawla wa lā quwwata Illāh bi-llāhil-'aliyyil-'adzīm, Rabbighfir lī.
Tiada Tuhan selain Allah, yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung. Ya Tuhanku, ampunilah dosaku.
Penjelasan
Rasulullah ﷺ mengatakan bahwa barang siapa yang terbangun dari tidurnya dalam keadaan khawatir lalu mengucapkan doa ini (sampai ke bacaan 'Rabbighfir lī'), maka ia akan diampuni. Jika ia berdoa, maka akan dijawab. Jika ia berwudhu kemudian shalat, maka shalatnya akan diterima.
Abu Dawud no. 5060, Ibnu Majah no. 3878
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ، رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ
Lā ilāha illallāhul-wāḥidul-qahhāru, rabbus-samāwāti wal ardhi wa mā baynahumal-'azīzul-ghaffār.
Tiada Ilah (Yang berhak disembah) selain Allah, yang Maha Esa, Yang Mahaperkasa, Tuhan langit dan bumi dan di antara keduanya, yang Mahamulia lagi Maha Pengampun.
Penjelasan
Rasulullah ﷺ membaca doa ini ketika mengganti posisi tidur atau ketika membalikkan badan di malam hari.
Ibnu Hibban no. 5530