Doa Ketika Melahirkan

 

Disarankan bagi yang sedang melahirkan untuk membaca doa keselamatan atau perlindungan (misalnya doa dari HR. Abu Dawud no. 5088):

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Atau membaca doa kemudahan (Ibnu Hibban no. 974):

اَللَّهُـمَّ لَا سَهْلَ إِلَاَّ مَا جَعَلتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Atau yang lebih singkat (Al-Mu’jam Al-Kabir no. 20417):

اللهُ رَبِّي لَا شَرِيكَ لَهُ

Sementara bagi yang mendampingi, disarankan membaca:

1. Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah [2]: 255):

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ - ٢٥٥

2. Al-A’raf [7]: 54:

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ – ٥٤

3. Membaca surat Al-Falaq dan An-Nas

Bismillahillazi la yadhurru ma'asmihi syaiun fil ardhi wala fis sama'i wa huwas sami'un aliim.

Allāhumma lā sahla illā mā ja-'altahu sahlan, wa anta taj'alul-ḥazna idza shi'ta sahlan.

Allahu Robbi Laa Syarikalah.

Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi'iżnih(ī), ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min ‘ilmihī illā bimā syā'(a), wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).

Inna rabbakumullāhul-lażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati ayyāmin ṡummastawā ‘alal-‘arsy(i), yugsyil-lailan-nahāra yaṭlubuhū ḥaṡīṡā(n), wasy-syamsa wal-qamara wan-nujūma musakhkharātim bi'amrih(ī), alā lahul-khalqu wal-amr(u), tabārakallāhu rabbul-‘ālamīn(a).

Al-Falaq dan An-Nas.

Dengan nama Allah yang bila disebut tiada sesuatu pun di bumi dan di langit yang bisa menimbulkan bahaya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali apa yang engkau mudahkan dan tidak ada yang sulit jika engkau menghendakinya kemudahan.

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.

Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.

Al-Falaq dan An-Nas.



Penjelasan

Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Sinni no. 625 disebutkan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا دَنَا وِلَادُهَا أَمَرَ أُمَّ سُلَيْمٍ، وَزَيْنَبَ بِنْتَ جَحْشٍ أَنْ تَأْتِيَا فَاطِمَةَ، فَتَقْرَآ عِنْدَهَا آيَةَ الْكُرْسِيِّ، وَ {إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ} [الأعراف: 54] إِلَى آخِرِ الْآيَةِ، وَتُعَوِّذَاهَا بِالْمُعَوِّذَتَيْنِ

Bahwa Rasulullah ﷺ ketika (Fatimah) melahirkan putranya, beliau memerintahkan Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsy untuk mendatangi Fatimah, lalu keduanya membacakan kepada Fatimah ayat kursi, dan inna rabbakumullah (QS. Al-A’raf: 54) sampai akhir ayat, dan memohonkan perlindungan dengan mu’awidzatain.

Sekalipun hadis ini dinilai lemah oleh sebagian ulama, tidak dilarang untuk mengamalkannya. Terlebih lagi yang dibaca adalah doa-doa yang bersumber dari Rasulullah ﷺ serta Al-Qur'an yang merupakan penyembuh dan rahmat bagi kaum mukmin (QS. Al-Isra' [17]: 82). Sebagai mukmin, di saat-saat genting kita seyogianya berpaling kepada Allah dan membaca ayat-ayat-Nya.

Al-Adzkar, Imam Nawawi