سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُوسِ
رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Kemudian boleh ditutup dengan doa ini:
اللَّهُـمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Subḥānal-malikil-quddūs.
Rabbul-malā-ikati war-rūh.
Allaahumma innii a'uudzu biridhaaka min sakhathika wa bimu'aafaatik, min 'uquubatik, wa a'uudzu bika minka laa uhshii tsanaa-an 'alaik, anta kamaa atsnaita 'alaa nafsik.
Mahasuci (Engkau Ya Allah), Raja yang Mahasuci.
Tuhan-nya para malaikat dan malaikat Jibril.
Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan kesalamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diri-Mu sendiri.
Penjelasan
Subḥānal-malikil-quddūs dibaca tiga kali dan pada saat ketiga kalinya, dikeraskan serta dipanjangkan suaranya. Kemudian disambung dengan membaca Rabbul-malā-ikati war-rūh.
Kemudian, boleh juga diakhiri dengan membaca doa di atas. Rasulullah ﷺ biasa mengakhiri witirnya dengan doa tersebut.
Nasa'i no. 1733, Abu Dawud no. 1427