سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى
Subḥāna Rabbiyal-a'lā
Mahasuci Tuhan Yang Mahatinggi. (Dibaca tiga kali)
Penjelasan
Imam Ahmad bin Hambal ketika sujud tilawah biasa membaca Subḥāna Rabbiyal-a'lā (Al Mughni, 3/93, Asy-Syamilah).
Nasa'i no. 1046
اللَّهُـمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ
Allāhummaktub lī bihā 'indaka ajran, wa dha' 'annī bihā wizran, waj'alhā lī 'indaka dzukhran, wa taqabbalhā lī minnī kamā taqabbaltahā min 'abdika dāwud.
Ya Allah, tulislah untukku dengan sujudku pahala di sisi-Mu dan ampunilah dengannya akan dosaku, serta jadikanlah ia simpanan untukku di sisi-Mu dan terimalah sujudku sebagaimana Engkau telah menerimanya dari hamba-Mu, (Nabi) Dawud.
Penjelasan
Doa ini berasal dari mimpi seorang sahabat yang dibenarkan oleh Rasulullah ﷺ. Sahabat tersebut bermimpi sedang melakukan shalat di belakang sebuah pohon, kemudian saat ia bersujud, pohon tersebut pun ikut bersujud, lalu ia mendengar pohon tersebut mengucapkan doa ini.
Tirmidzi no. 3424
اللَّهُـمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ فَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Allaahumma laka sajadtu, wa bika aamantu, wa laka aslamtu, sajada wajhii lilladzii khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam'ahu wa basharahu fatabaarakallahu ahsanul khaaliqiin.
Ya Allah, kepada-Mu aku bersujud, dan kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku berserah diri, wajahku bersujud kepada Dzat Yang telah menciptakannya dan membentuknya dan membuka pendengaran dan penglihatannya, Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.
Penjelasan
Diriwiyatkan oleh Ali bin Abi Thalib ra. Imam Tirmidzi menilai derajat hadis ini hasan sahih.
Tirmidzi no. 3422