Doa Sebelum Makan

  1.  

    (1)ِ بِسْمِ اللَّه
    (2) بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِه

    (1) Bismillāh.
    (2) Bismillāhi fī awwalihi wa ākhirihi.

    Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika seseorang di antara kalian hendak makan, bacalah:

    (1) 'Dengan menyebut nama Allah.'

    Apabila lupa pada permulaannya, bacalah:

    (2) 'Dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhir.'



    Penjelasan

    Jika kami makan bersama Rasulullah ﷺ, maka kami tidak memulainya sebelum Rasulullah ﷺ memulai makan. Pernah suatu ketika kami hendak makan bersama-sama dengan Rasulullah ﷺ, tiba - tiba datanglah seorang gadis kecil, seakan-akan ada yang mendorongnya, hendak meletakkan tangannya dalam makanan yang sudah disediakan. Dengan segera Rasulullah ﷺ memegang tangan gadis tersebut.

    Tidak lama kemudian, datanglah seorang Arab Baduy, seakan-akan ada yang mendorongnya, hendak melakukan hal yang sama. Rasulullah ﷺ lantas memegang tangannya. Beliau ﷺ pun bersabda, "Sesungguhnya setan turut menikmati makanan yang tidak disebut nama Allah padanya. Setan datang bersama anak gadis tersebut dengan maksud supaya bisa turut menikmati makanan yang ada karena gadis tersebut belum menyebut nama Allah sebelum makan. Oleh karena itu, aku memegang tangan gadis tersebut. Setan pun lantas datang bersama orang Baduy tersebut supaya bisa turut menikmati makanan. Oleh karena itu, aku pegang tangan orang Baduy itu. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya sesungguhnya tangan Setan itu berada di tanganku bersama tangan anak gadis tersebut."

    Tirmidzi no.1858, Muslim no. 2017



  2.  

    اللَّهُـمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ

    Allaahumma baarik lanaa fiihi wa ath’imnaa khoiron minhu.

    Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makan yang lebih baik darinya.



    Penjelasan

    Rasulullah ﷺ mengatakan barang siapa yang Allah beri makan hendaknya ia berdoa dengan doa di atas.

    Abu Dawud no. 3730



  3.  

    بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُـمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا

    Bismillahi allahumma barik lana fima razaqtana.

    Dengan nama Allah. Ya Allah, berilah keberkahan pada kami, kepada apa yang telah engkau karuniakan kepada kami.



    Penjelasan

    Ali bin Abi Thalib ra. mengajarkan doa sebelum makan ini kepada Ibnu A'bud. Ali ra. menjelaskan bahwa adalah hak makanan untuk dibacakan nama Allah (dengan doa ini) sebelum disantap.

    Walaupun sebagian ulama mengatakan bahwa hadis ini lemah, ada juga yang mengatakan hasan.

    Selain itu, redaksi doa ini juga sangat mirip dengan doa yang diucapkan Nabi Muhammad ﷺ ketika bertamu di rumah seseorang dan diberi makan oleh tuan rumah (lihat HR. Muslim no. 2042).

    Ahmad no. 1244



  4.  

    اللَّهُـمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ



    atau selengkapnya:


    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا وَأَطْعَمَنَا وَسَقَانَاوَنَعَّمَنَا اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُـمَّ أَلْفَتْنَا نِعْمَتُكَ بِكُلِّ شَرٍّ فَأَصْبَحْنَا مِنْهَا وَأَمْسَيْنَا بِكُلِّ خَيْرٍ نَسْأَلُكَ تَمَامَهَا وَشُكْرَهَا لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ إِلَهَ الصَّالِحِينَ وَرَبَّ الْعَالَمِينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مَا شَاءَ اللَّهُ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ اللَّهُـمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa waqinaa ‘adzaabannaar.

    Alhamdulillahi-lladzi hadaana wa ath ‘amana wa saqana wa na’amana. Allahu akbar. Allahumma'l fatna ni’matuk bi-kulli syarr. Fa asbahna minha wa amsayna bi-kulli khayr. Nas’aluka tamamaha wa syukraha. La khayra illa khayruk. Wa la ilaha ghayruk. Ilaha-sholihiin wa rabba'l-‘alamiin. Alhamdulillah. Wa la ilaha illa'llah. Ma sya'Allah. Wa la quwwata illa billah. Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa waqinaa ‘adzaabannaar.

    Ya Allah, berkahilah makanan yang telah Engkau karuniakan kepada kami, dan jauhkanlah kami dari api neraka.

    Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami petunjuk, memberi kami makan, minum dan segala kenikmatan. Allah Maha Besar. Ya Allah, nikmat-Mu tetap ada walaupun wujud setiap kejahatan kami, dengan nikmat-Mu kami menjalani waktu pagi dan petang dalam kebaikan baik. Maka kami memohon kepada-Mu kesempurnaan dan syukurnya, tidak ada kebaikan kecuali dari-Mu. Tidak ada tuhan selain-Mu, Tuhan orang-orang shalih dan Rabb semesta Alam. Segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, apa yang Allah kehendaki dan tidak ada kekuatan kecuali kepada Allah. Ya Allah, berkahilah makanan yang telah Engkau karuniakan kepada kami, dan jauhkanlah kami dari api neraka.



    Penjelasan

    Doa di atas bersumber dari Urwah bin Az-Zubair yang merupakan salah satu dari Tujuh Fuqaha Madinah, yaitu sebutan untuk sekelompok ahli fiqih dari generasi tabi'in.

    Imam Malik mencatat doa ini di dalam kitabnya yang terkenal, Al-Muwatha. Di dalamnya, Imam Malik mencatat "Tidaklah pernah dihidangkan kepada Urwah makanan, minuman, hingga obat yang ia makan atau minum" kecuali ia membaca doa dia atas.

    Malik no. 1708