50. Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
149. Rasūlullāh ﷺ Bersabda:
قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِي خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ، فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.
Apabila seorang laki-laki berkunjung kepada
saudaranya yang muslim, maka seakan-akan dia berjalan di kebun Surga hingga duduk. Apabila sudah duduk, maka dituruni rahmat dengan
deras. Apabila berkunjung di pagi hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya agar mendapat rahmat hingga sore
Apabila berkunjung di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya agar diberi rahmat hingga pagi.
HR. Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan lihat Shahih Ibn
Majah 1/244 dan Shahih Al-Tirmidzi 1/286. Ahmad Syakir
menyatakan, bahwa hadits tersebut adalah shahin.