قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: وَاللَّهِ إِنِّي لأَسْتَغفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةٍ.
Demi Allah, sesungguhnya aku minta ampun
kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam
sehari lebih dari tujuh puluh kali.HR. Al-Bukhari dengan Fath Al-Bari 11/101.249. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
وَقَالَ صلى الله عليه وسلم: يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ.
Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya
seratus kali dalam sehari.HR. Muslim 4/2076.250. Rasūlullāh ﷺ bersabda, Barangsiapa yang membaca:
وَقَالَ صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَالَ (أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظيمَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ القَيّوُمُ وَأَتُوبُ إِلَيهِ)، غَفَرَ اللَّهُ لَهُ وَإِنْ كَانَ فَرَّ مِنَ الزَّحْفِ.
Aku minta ampun kepada Allah, tiada yang
berhak disembah kecuali Dia, Yang Hidup
dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya,
maka Allah mengampuninya, sekalipun dia
pernah lari dari perang.HR. Abu Dawud 2/85, At-Tirmidzi 5/569, Al-Hakim, dan
menurut pendapatnya hadits di atas adalah shahih Imam
Adz-Dzahabi menyetujuinya 1/511, Al-Albani menyatakan
hadits tersebut adalah shahih Lihat pula Shahih Al-Tirmidzi
3/182, Jami Al-Ushul Ahadits Ar-Rasul/4/389-390 dengan
tahqiq Al-Arnauth.251. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
وَقَالَ صلى الله عليه وسلم: أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنَ الْعَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الآخِرِ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ.
Keadaan yang paling dekat antara Rabb dan
hamba-Nya adalah di tengah malam yang
terakhir. Apabila kamu mampu tergolong
orang yang berdzikir kepada Allah pada saat
itu, lakukanlah.HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa'i 1/279 dan Al-Hakim, lihat
Shahih At-Tirmidzi 3/183, Jam/'Arusha/dengan tahqiq Al- Arnauth 4/144252. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
وَقَالَ صلى الله عليه وسلم: أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكثِرُوا الدُّعَاءَ.
Seorang hamba berada dalam keadaan yang
paling dekat dengan Rabbnya adalah di saat
sujud Oleh karena itu, perbanyaklah doa.HR. Muslim 1/350.253. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
وَقَالَ صلى الله عليه وسلم: إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِي وَإِنِّي لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ.
Sesungguhnya hatiku lupa (tidak ingat kepada
Allah) padahal sesungguhnya aku minta ampun
kepada-Nya dalam sehari seratus kali.HR. Muslim 4/2075, Ibnul Atsir berkata: "Maksud Nabi ﷺ
lupa karena beliau senantiasa memperbanyak dzikir, selalu
mendekatkan diri kepada-Nya dan waspada. Jadi, apabila
sebagian waktu yang lewat tidak melakukan dzikir, maka
beliau menganggapnya dosa. Kemudian beliau cepat-cepat
membaca istighfar. Lihat Jami Al-Usha 4/386.